Jubir HIPMI PBD Tegaskan Rob Raffael Kardinal Miliki Garis Keturunan Asli Papua

banner 120x600

SORONG — Polemik terkait asal-usul Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rob Raffael Kardinal, mendapat tanggapan tegas dari Juru Bicara HIPMI PBD, Yosep Titirlobi. Ia menegaskan bahwa Rob merupakan keturunan asli Papua dan memiliki garis keluarga jelas dari wilayah Tambrauw.

Yosep menyampaikan klarifikasi ini untuk meluruskan kabar yang menyebut bahwa Rob tidak memiliki keturunan Papua. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar.

“Kalau ada yang sampaikan Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Papua Barat Daya bukan orang Papua, itu tidak benar. Supaya diketahui bahwa nenek dari Ketua Umum terpilih ini berasal dari Kabupaten Tambrauw dan bermarga Yembra,” ujar Yosep kepada awak media, Selasa malam (18/11).

Yosep menambahkan bahwa marga Kardinal sudah lama dikenal masyarakat Papua, khususnya di kawasan Sorong Raya. Menurutnya, garis keturunan keluarga besar tersebut memiliki sejarah yang kuat dan diakui.

“Semua orang Sorong Raya, khususnya orang asli Papua, pasti tahu yang namanya marga Kardinal. Marga Kardinal sendiri keturunannya jelas,” katanya.

Yosep juga menegaskan bahwa Rob Raffael Kardinal lahir dan besar di Pulau Dom sebelum melanjutkan pendidikan di Jakarta. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk meragukan identitas Rob sebagai bagian dari masyarakat Papua.

“Kalau ada yang mengatakan bahwa Ketum tidak punya keturunan Papua, itu salah. Ketum ini asli Papua, lahir besar di Pulau Dom dan disekolahkan di Jakarta,” lanjutnya.

Menurut Yosep, isu terkait asal-usul Rob diduga berasal dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan proses organisasi dan mencoba menggiring opini publik.

“Kalau ada yang mengatakan isu seperti itu, bagi saya itu isu murahan. Semua tahu orang tua Ketum ini siapa, Pak Robert Kardinal. Kalau isu itu, gampang kita patahkan. Dan itu isu murahan yang dilakukan atau dicapkan oleh orang-orang yang berseberangan dengan Ketum HIPMI PBD,” tegasnya.

Yosep berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri perdebatan mengenai latar belakang Ketua Umum HIPMI Papua Barat Daya, sehingga organisasi bisa lebih fokus menjalankan program dan mendorong kemajuan pengusaha muda di Papua Barat Daya.(cik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *