AIMAS – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Aimas Santa Monika menyatakan sikap tegas menolak wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Langkah ini dinilai sebagai kemunduran demokrasi dan mencederai kedaulatan rakyat.Ketua PMKRI Cabang Aimas Santa Monika, Silvester Mate, menegaskan bahwa memindahkan mandat pemilihan dari tangan rakyat ke tangan legislatif adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi.
“Pilkada langsung adalah pencapaian besar demokrasi kita di mana rakyat memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan pemimpinnya. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, itu sama saja dengan merampas hak konstitusional rakyat secara paksa,” ujar Silvester dalam keterangan persnya.
Alasan Penolakan UtamaMenurut Silvester, ada beberapa alasan krusial mengapa PMKRI Cabang Aimas menolak keras wacana tersebut:Pengebirian Suara Rakyat: Rakyat tidak lagi memiliki kontrol langsung terhadap figur yang akan memimpin daerah mereka selama lima tahun ke depan.
Rawan Transaksi Politik: Pemilihan melalui DPRD dinilai sangat rentan terhadap praktik politik uang (money politics) di tingkat elit dan lobi-lobi transaksional yang jauh dari kepentingan publik.Mencederai Amanat Konstitusi: Hak untuk memilih dan dipilih adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi, yang seharusnya diperkuat, bukan malah dipersempit melalui mekanisme perwakilan.Pernyataan SikapPMKRI Cabang Aimas Santa Monika mendesak pemerintah dan DPR RI agar tetap menjaga marwah demokrasi dengan mempertahankan Pilkada langsung. Silvester menambahkan bahwa jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan Pilkada langsung, yang perlu diperbaiki adalah sistem pengawasan dan edukasi politiknya, bukan dengan menghapus hak pilih rakyat.
“Kami sebagai representasi mahasiswa dan kaum intelektual organik tidak akan tinggal diam melihat hak-hak rakyat dikebiri. Kami menuntut agar suara rakyat tetap menjadi penentu utama dalam menentukan masa depan daerah,” tegasnya menutup pernyataan.(roy)







