Sidak SPBU, Pertamina Pastikan Tidak Ada Kelangkaan BBM di Kota Sorong

banner 120x600




POJOKSORONG.COM-Antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Sorong dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh beredarnya informasi hoaks di media sosial terkait adanya sweeping pajak STNK kendaraan di SPBU. Informasi bohong tersebut menyebutkan kendaraan yang menunggak pajak akan ditilang di tempat dan tidak akan dilayani saat membeli BBM subsidi.

Kabar tersebut memicu kepanikan masyarakat hingga berbondong-bondong mengisi BBM atau panic buying. Kondisi ini bahkan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pengecer BBM di pinggir jalan yang menjual Pertalite dengan harga mencapai Rp30.000 per liter.

Merespons situasi tersebut, jajaran DPRD Kota Sorong bersama Tim Patroli Direktorat Samapta Polda Papua Barat Daya dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa informasi yang beredar tidak benar.

Perwakilan DPRD Kota Sorong menegaskan hasil konfirmasi dengan Pertamina menunjukkan stok BBM di Kota Sorong dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.

“Kami dari DPR Kota mengantisipasi masalah yang terjadi seperti ini. Hal yang perlu diketahui, kita sudah konfirmasi dengan Pertamina Sorong bahwa stok BBM di Kota Sorong tidak ada masalah, tidak ada kelangkaan. Informasi di media sosial bahwa ada sweeping STNK di depan SPBU, jika mati ditilang dan tidak dilayani BBM subsidi, itu tidak benar. Itu hoaks. Tolong Bapak/Ibu tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sales Branch Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga Yunus M, memastikan seluruh jenis BBM tersedia dengan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok yang ada di fuel terminal kami PT Pertamina Patra Niaga dalam kondisi aman. Untuk jenis Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite hingga minyak tanah semua aman. Kami tegaskan tidak ada kaitan atau korelasinya antara pajak kendaraan dengan pembelian BBM subsidi. Pengiriman dari depot terus kami mobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Sorong,” katanya.

Sementara itu, Kanit 1 Rajawali Dit Samapta Polda Papua Barat Daya, Ipda Surtin, mengatakan pihak kepolisian turun langsung ke lapangan atas perintah Kapolda Papua Barat Daya melalui Direktur Samapta guna meredam keresahan masyarakat.

“Sesuai perintah Bapak Kapolda Papua Barat Daya melalui Dir Samapta, kami turun merespons keresahan masyarakat. Stok BBM sebenarnya sangat banyak. Kami imbau masyarakat tidak panik. Jika kami temukan ada oknum yang sengaja memanfaatkan situasi kepanikan ini untuk mengambil keuntungan atau menjual BBM melebihi harga wajar, maka akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Pemerintah, Pertamina, DPRD Kota Sorong, dan Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan normal tanpa melakukan panic buying serta tetap menggunakan QR Code yang sesuai dengan identitas dan fisik kendaraan saat melakukan pembelian BBM subsidi.(jon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *