pojoksorong.com– Direktorat Bimbingan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Papua Barat Daya (PBD) menghadirkan Papua Idol Band 2026 sebagai bagian dari rangkaian menyongsong peringatan Hari Noken Sedunia yang diperingati setiap 4 Desember.
Mengusung tema “Satukan Ragam, Irama, dan Budaya Papua”, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas musik, untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Papua.
Melalui Papua Idol Band 2026, Ditbinmas Polda PBD ingin membangun pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui musik dan budaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan, persatuan, serta memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas.
Selain sebagai ajang kompetisi, Papua Idol Band 2026 juga membuka ruang kreatif bagi para musisi untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan karya yang mengangkat identitas, kehidupan, serta keindahan alam Papua.
Dalam kompetisi ini, peserta akan membawakan sejumlah lagu wajib, di antaranya “Wayawindawe”, “Kawarine”, dan “Jorejam” karya Rio Grime.Sementara untuk lagu pilihan, peserta dapat membawakan “Di Bawah Tiang Bendera”, “Kali Kemiri”, “Kau Aku dan Dia”, maupun karya ciptaan sendiri yang mengangkat tema tentang keindahan alam Papua.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 25 Agustus hingga 25 September 2026. Para peserta akan memperebutkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp265 juta.
Rinciannya, Juara I mendapatkan Rp100 juta, Juara II Rp75 juta, Juara III Rp50 juta, Juara Harapan I Rp25 juta, dan Juara Harapan II Rp15 juta.Ditbinmas Polda PBD mengajak seluruh komunitas musik, kelompok band, serta masyarakat Papua untuk mengambil bagian dan menyukseskan Papua Idol Band 2026.
Dengan semangat “Noken, Menyatukan Kita; Musik, Menginspirasi Dunia”, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi musik, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Papua.
Papua Idol Band 2026 sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa musik dapat menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan dalam semangat kebersamaan.Ditbinmas Polda PBD pun mengajak generasi muda Papua untuk terus berkarya dan berprestasi, sekaligus bersama-sama menjaga serta melestarikan kekayaan seni dan budaya Papua.















